JANGAN KAGET! Isi BBM di SPBU Lebih Mahal karena Kena Pajak, Tapi Kabar Baiknya Pajak Kendaraan Dihapus!

8 Juni 2022, 19:52 WIB
Siap-siap ya! Isi BBM di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) harganya lebih mahal karena bakal dikenai pajak! Jangan kaget! /Antara / Ari Bowo Sucipto/ARI BOWO SUCIPTO

INDOTRENDS.ID - Siap-siap ya! Isi BBM di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) harganya lebih mahal karena bakal dikenai pajak!

Tapi kabar baiknya adalah: pajak kendaraan bermotor dihapus, baik itu pajak sepeda motor atau kendaraan roda empat (mobil dan sejenisnya). 

Usulan yang disodorkan Yayasan Lembaga Konsumen / YLKI kepada DPR dan pemerintah ini bertujuan agar tidak terjadi dobel pungutan pada pemilik kendaraan bermotor.

Selain itu, juga dimaksudkan untuk menekan tingginya konsumsi BBM karena angka pemakaiannya sulit dikendalikan, di samping alasan pembiayaan perawatan jalan raya. 

Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menyebut usulan tersebut cukup adil dalam mengatasi problem harga BBM dan masalah pajak kendaraan. 

Ketua YLKI tersebut mengusulkan pajak kendaraan dihapus dan dialihkan ketika pemilik kendaraan membeli bahan bakar minyak (BBM).

Usulan itu ditujukan kepada Komisi V DPR RI yang saat ini tengah melakukan penyusunan pembahasan Revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUU LLAJ).

"Kami mengusulkan dana preservasi ini bisa dipungut saat konsumen membeli BBM. Saya kira lebih adil ketika konsumen membeli BBM dikenakan dana preservasi," ujar Tulus Abadi.

Tulus menambahkan, pajak kendaraan bisa dihapus dan dialihkan pada saat membeli BBM agar tidak terjadi dobel pungutan.

Dia menyebutkan selama ini pemerintah kesulitan menaikkan harga BBM karena tingkat konsumsi masyarakat nyaris tidak terkendali.

Dengan adanya peralihan ke pembelian BBM, hal itu akan mengendalikan tingginya konsumsi masyarakat terhadap BBM.

Dengan terkendalinya konsumsi BBM secara langsung akan menekan tingkat pencemaran yang disebabkan oleh kendaraan.

Selain itu, melalui pembelian BBM itu nantinya pengelolaan dana preservasi jalan akan lebih maksimal.

Siap-siap ya! Isi BBM di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) harganya lebih mahal karena bakal dikenai pajak! Jangan kaget!

Cara Mendapatkan Plat Nomor Putih

Berikut ini merupakan cara mendapatkan plat nomor warna putih untuk kendaraan pribadi.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) akan segara menerapkan kebijakan pelat nomor putih dengan tulisan hitam untuk kendaraan di seluruh Indonesia.

"Tahun ini kan, Ini kan masih di lelang, lelang ini sudah selesai, nah ada pertanyaan, kira kira kapan, Pak? Secepatnya gitu," jelas Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus sebagaimana dikutip MEDIA BLORA dari berbagai sumber.

Yusri mengatakan, kebijakan tersebut akan diterapkan mulai bulan Juni 2022.

"Jadi ya semoga secepatnya ini, kalau ininya udah selesai cepat."

"Bisa bulan Juni? Bisa jadi, kalau udah cepat, pokoknya tahun ini tahun ini pelat nomor putih," kata Yusri.

Lalu bagaimana cara mendapatkannya?

Yusri menjelaskan penerapan kebijakan pelat nomor putih akan dilakukan secara bertahap.

"Nanti kan diberlakukannya tahun ini, tapi kan belum semuanya," ungkap Yusri.

Nantinya, kendaraan yang akan menggunakan pelat nomor putih itu adalah kendaraan yang memang sudah harus ganti nomor pelat sesuai dengan pajak lima tahunan dan kendaraan baru.

"Yang kendaraan ganti pelat yang 5 tahunan itu sama kendaraan yang baru jadi bertahap ini yang pelat nomor putih," jelasnya.

Selain itu, pergantian pelat nomor putih ini tidak dikenakan penambahan biaya.

"Enggak ada, sama aja. Kalau pas pelat hitam keluar biaya nggak? Sama aja kayak pelat hitam," kata Yusri, seperti dikutip MediaBlora.com di artikel berjudul Pajak Kendaraan Bermotor Bakal Dihapus, Gantinya Para Pengendara Dikenakan Pajak Saat Isi Bensin di SPBU

Dikutip dari korlantas.polri.go.id, pada Rabu, 8 Juni 2022, kebijakan perubahan pelat nomor putih terdapat pada Pasal 45 Peraturan Polisi (Perpol) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Beleid itu berisi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (1) berwarna dasar putih, tulisan hitam untuk ranmor perseorangan, badan hukum, PNA dan Badan Internasional.

Kemudian kuning, tulisan hitam untuk ranmor umum; merah, tulisan putih untuk ranmor instansi pemerintah.

Sementara hijau, tulisan hitam untuk ranmor di kawasan perdagangan bebas yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

*** (Taufiq Effendi/ MediaBlora.com ) 

 

Editor: Dian Toro

Sumber: MEDIA BLORA

Tags

Terkini

Terpopuler