RAHASIA DOA Agar THR Lebaran Cepat Cair, Kunci Tunjangan Hari Raya Segera Cair ala Tokoh NU Akhmad Sahal

- 24 Maret 2023, 21:09 WIB
Inilah bocoran bunyi bacaan doa agar Tunjangan Hari Raya atau THR dari tempatmu bekerja segera cair ala tokoh NU Akhmad Sahal
Inilah bocoran bunyi bacaan doa agar Tunjangan Hari Raya atau THR dari tempatmu bekerja segera cair ala tokoh NU Akhmad Sahal /Reno Esnir/ANTARA

INDOTRENDS.ID - Inilah bocoran bunyi bacaan doa agar Tunjangan Hari Raya atau THR dari tempatmu bekerja segera cair.

Jangan hanya berharap THR cair, iringi juga dengan doa agar pimpinan perusahaan tempatmu bekerja segera tergerak hatinya mencairkan THR buat karyawan.

Doa THR cepat cair ini pernah disampaikan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) lewat Twitter dan mendapat respon luar biasa dari mereka yang berharap THR segera cair.

Bagaimana bunyinya? Simak kalimat lengkap tips doa dari Akhmad Sahal berikut ini seperti disampaikan lewat Twitter :

"Doa THR

Ya Allah
JikaTHR jauh, dekatkanlah
Jika dikit, perbanyaklah
Jika masih di langit, turunkanlah
Jika masih di dlm bumi, keluarkanlah.
Jika susah, permudahlah.
Amiin....."

 

Itulah bunyi doa dalam bahasa Indonesia agar THR cepat cair menurut Akhmad Sahal.

Inilah bocoran bunyi bacaan doa agar Tunjangan Hari Raya atau THR dari tempatmu bekerja segera cair ala tokoh NU Akhmad Sahal
Inilah bocoran bunyi bacaan doa agar Tunjangan Hari Raya atau THR dari tempatmu bekerja segera cair ala tokoh NU Akhmad Sahal Pixabay/@Ekoanug

Agar doa lebih mudah terkabul lagi, perhatikan adab atau etika berdoa kepada Allah SWT agar lebih manjur:

1. Bersuci Terlebih Dahulu

Meskipun berdoa dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tetapi hendaknya umat Islam mengambil air wudu agar terhindar dari segala kotoran atau najis.

Ketika sudah dalam keadaan bersih dan suci, berdoa pun dapat dilakukan lebih nyaman di hadapan Allah SWT.

2. Dimulai dengan Memuji Allah SWT

Cara agar doa terkabul yang berikutnya, yakni mulai berdoa dengan memuji Allah SWT, lalu membaca zikir dengan ikhlas.

Karena Allah SWT adalah Tuhan tempat kita meminta, Dialah yang Maha Pemberi, serta Pencipta segala sesuatunya.

Jadi, memuji dan memintalah hanya kepada Allah SWT. Lalu, sebelum mengakhiri doa, hendaknya membaca sholawat Nabi Muhammad SAW.

3. Menghadap Kiblat

Cara agar doa terkabul lainnya adalah dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemalu lagi Maha Pemurah terhadap seorang hamba yang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, kemudian kedua tangannya kembali dengan kosong dan kehampaan (tidak dikabulkan).”

4. Memelankan Suara dan Tidak Terburu-buru

Bila ingin doa yang dipanjatkan menjadi kenyataan, hendaklah memelankan suara dengan lembut ketika meminta ampunan dan harapan.

Selain itu, sebaiknya jangan berdoa terburu-buru, lakukanlah dengan khusyuk. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ

(Fastajabnā lahụ wa wahabnā lahụ yaḥyā wa aṣlaḥnā lahụ zaujah, innahum kānụ yusāri'ụna fil-khairāti wa yad'ụnanā ragabaw wa rahabā, wa kānụ lanā khāsyi'īn)

Artinya: “Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (QS Al-Anbiya’ : 90).

Selain itu, dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Akan diijabahi doa kalian, jika tidak berdoa dengan tergesa-gesa. Sungguh kamu telah berdoa, maka atau kenapa tidak diijabah?” (HR Imam Bukhari)

5. Berdoa Penuh Harapan

Cara agar doa terkabul selanjutnya, yaitu berdoalah dengan sepenuh hati dan pengharapan kepada Allah SWT.

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Berdoalah kepada Allah dengan harapan akan dikabulkan. Karena Allah tidak akan menerima doa dari hati yang lalai dan kosong dari harapan.” (HR At-Tirmidzi)

Abdullah bin Umar RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya hati itu bagaikan bejana. Sebagiannya lebih luas dari sebagian yang lain.

Jika kalian meminta kepada Allah, mintalah dengan penuh harap bahwa doa itu akan dikabulkan. Karena Allah tidak akan mengabulkan doa seseorang dari hatinya yang lalai,” (HR Ahmad)

6. Berdoa Penuh Keyakinan

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian ketika berdoa mengatakan: Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau.

Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

7. Berdoa dengan Sungguh-sungguh
Tidak hanya penuh harapan dan keyakinan, umat Islam yang berdoa juga hendaknya bersungguh-sungguh jika keinginannya diwujudkan oleh Allah SWT.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

(Wa lā tufsidụ fil-arḍi ba'da iṣlāḥihā wad'ụhu khaufaw wa ṭama'ā, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn)

Artinya: “Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-A’raf: 56)

Tatkala seorang umat Muslim mendekatkan diri dengan berdoa, Allah SWT pasti akan mengabulkannya. Bahkan, seorang sahabat menyebutkan bahwa jika seorang hamba berdoa kepada Tuhannya, dan Allah SWT amat menyukainya.

8. Berdoa di Waktu Mustajab
Seperti dikutip dari orami.co.id, hal penting yang cukup utama dalam menerapkan cara agar doa terkabul adalah dengan berdoa di waktu mustajab.

Karena, ada beberapa waktu mustajab untuk berdoa bagi umat Islam sehingga doa yang dipanjatkan bisa segera dikabulkan oleh Allah SWT.

Adapun waktu mustajab untuk berdoa adalah: 

- Ketika sahur atau pada sepertiga malam.
- Saat sedang berpuasa.
- Pada malam lailatul qadar.
- Ketika mendengar azan.
- Waktu di antara azan dan ikamah.
- Saat sedang sujud dalam salat.
- Sebelum salam pada saat salat wajib (fardu).
- Pada hari Jumat.
- Saat turun hujan.
- Waktu antara Zuhur dan Asar pada hari Rabu.
- Pada hari Arafah (9 Dzulhijjah).
- Saat perang tengah berkecamuk.
- Ketika meminum air zam-zam.

*** 

 

 

Editor: Dian Toro


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah