'DOR!' Simpatisan Lukas Enembe Meninggal Dunia, Imbas Melawan Petugas Saat KPK Tangkap Gubernur Papua

11 Januari 2023, 09:27 WIB
'Dor!' Simpatisan Lukas Enembe meninggal dunia terpaksa ditembak petugas karena melawan aparat saat KPK menangkap Gubernur Papua. /Divisi Humas Polri/ANTARA//

 

INDOTRENDS.ID - 'Dor!' Simpatisan Lukas Enembe meninggal dunia terpaksa ditembak petugas karena melawan aparat saat KPK menangkap Gubernur Papua, di Bandara Sentani, Selasa 10 Januari 2023.

Ya, sejumlah simpatisan Lukas Enembe tak terima saat KPK menangkap Gubernur Papua sehingga mencuat keributan, seorang simpatisan melawan petugas dan terpaksa 'dor!' 

Simpatisan meninggal dunia kena tembakan imbas melawan petugas dalam proses penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe. 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menuturkan, satu simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe tewas karena tembakan di bagian pinggang.

Kronologinya, kata Ignatius , mulanya sempat terjadi ricuh di Bandara Sentani oleh para simpatisan buntut penangkapan Lukas Enembe.

Tiba-tiba seorang simpatisan menyerang aparat yang melakukan pengamanan saat Lukas hendak menaiki pesawat yang akan membawanya ke Jakarta.

Lukas Enembe ketika akan menaiki pesawat dan akan diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif/Instagram @warungjurnalis

"Mereka menyerang petugas yang melakukan penyekatan, yang melakukan pengamanan.

Maka dilakukan upaya untuk menghentikan perbuatannya karena membahayakan petugas. Mereka tidak ingin bapak LE dibawa ke KPK gitu. Jadi mereka berusaha untuk masuk ke area pengamanan," Ignatius menuturkan saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, 10 Januari 2023.

Akibatnya, tak terelakkan bentrok terjadi antara aparat dan simpatisan Lukas Enembe.

Aparat sudah memberikan tembakan peringatan agar simpatisan tidak meneruskan tindakannya menghalang-halangi petugas.

Ternyata tembakan peringatan tak digubris sampai akhirnya aparat mengeluarkan tembakan untuk melumpuhkan simpatisan. 

"Sudah ada upaya tembakan peringatan dan itupun korban ditembaknya di bawah pinggang. Itu kan memang standar untuk penembakan, melumpuhkan," kata Ignatius.

Setelah ditembak, simpatisan itu dilarikan ke RSUD Yowari untuk mendapatkan penanganan pasca terkena tembakan.

Ternyata simpatisan itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.

Ternyata ada tiga orang lainnya yang menjadi korban akibat peristiwa ini yakni dua simpatisan dan satu orang warga sipil.

"Yang bersangkutan saat dilakukan perawatan di RS dinyatakan meninggal dunia. Kemudian ada tiga korban luka lainnya, dua masih kelompok simpatisan dan satu warga kena rekoset karena berada di sekitar lokasi," tuturnya.

 

***

Editor: Dian Toro

Tags

Terkini

Terpopuler