Innama'al Usri Yusro di Surat Al-Insyirah Ayat ke-6, Apa Artinya? Allah Ingat Nabi SAW: Teguh dalam Berdakwah

29 Agustus 2023, 21:54 WIB
Arti lafaz Innama'al Usri Yusro dalam Surat Al-Insyirah ayat ke-6 menurut para ulama /pixabay.com/Pexels

INDOTRENDS.ID - Innama'al Usri Yusro di Surat Al-Insyirah Ayat ke-6, Apa Artinya? Bacaan ayat Innama’al usri yusro dalam Surat Al-Insyirah menguatkan manusia ketika diterpa ujian atau cobaan hidup sekaligus bukti bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Pemurah dan Maha Mengetahui hamba-Nya..

 

Surat Al-Insyirah adalah surat yang ke-94 dalam susunan Alquran. Surat yang memiliki arti kelapangan terdiri dari 8 ayat. Seperti dikisahkan dalam buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI karya Fida’ Abdilah dan Yusak Burhanudin (2021:100), sebab turunnya Surat Al-Insyirah berkaitan dengan dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah. Ketika itu, Nabi Muhammad SAW berdakwah kepada kaum kafir Quraisy yang menghalang-halangi dakwahnya secara brutal. 

Mereka tak segan mengolok-olok para pengikut Nabi Muhammad SAW yang disebut dari kasta rendah. Allah SWT lalu menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW sebagai motivasi agar beliau senantiasa tegar dan kuat niat dalam berdakwah. Allah SWT menjamin kalau Nabi Muhammad SAW akan meraih kemenangan dan kemudahan dalam menjalankan misi dakwahnya, hanya soal waktu dan itu butuh keteguhan hati.

Itu seperti termakhtub dalam Lafaz innama'al usri yusro dalam ayat yang ke-6. Adapun arti dari ayat innama'al usri yusro dalam Surat Al-Insyirah ayat ke-6 yakni:

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Inna ma'al-'usri yusrā

Artinya, “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Sejumlah ulama menuturkan, ada 4 penguat bahwa setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan, yakni:

1. Allah SWT membuka ayat ini dengan إِنَّ (inna) yang artinya ‘sesungguhnya’ yang memberikan faidah perkenaan bagi kalimat setelahnya.

2. Allah SWT mengulangi kalimat tersebut yang maksudnya untuk penekanan.

3. Allah SWT menyebutkan الْعُسْرِ (al-usri) dalam bentuk ma’rifah yang di awali dengan alif lam. Alif lam falam lafaz tersebut merupakan alif lam al-‘ahdiyah, sehingga الْعُسْرِ (al-usri) yang kedua adalah الْعُسْرِ (al-usri) yang disebutkan kembali.

Sementara lafaz يُسْرًا (yusrā) yang disebutkan dalam bentuk nakirah berakhiran tanwin, sehingga يُسْرًا yang kedua berbeda dengan يُسْرًا yang pertama. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa, ayat kesulitan disebutkan sebanyak satu kali. Sedangkan kemudahan disebutkan sebanyak dua kali.

4. Allah SWT menggunakan lafaz مَعَ (ma'al) yang memiliki makna ‘bersama’. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang bertakwa kepada Allah, niscaya kemudahan akan beriringan dengan kesulitan-kesulitan yang ia hadapi.

***

Editor: Dian Toro

Tags

Terkini

Terpopuler